Ceritaku13 Oktober 2026

Kembali pada Panggilan Hati : Perjalanan Menjadi Guru

Ada perjalanan yang sempat terhenti, tetapi tidak pernah benar-benar kehilangan arah.

0 views· 0 tanggapan

Sejak tahun 2019 - 2022, saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar di SMK Negeri 7 Garut sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan. Tiga tahun yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya, tempat saya belajar bahwa menjadi guru bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi murid, menghadapi berbagai tantangan, dan tumbuh bersama mereka. Dari pengalaman itu, saya menemukan kebahagiaan tersendiri ketika dapat berbagi ilmu dan menyaksikan murid perlahan memahami sesuatu yang sebelumnya terasa sulit.

Namun, perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada masa ketika saya perlu mengambil jeda dari dunia mengajar. Saya pindah ke Jakarta untuk mengikuti perjalanan hidup bersama keluarga dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Hari-hari saya pun memiliki prioritas yang berbeda. Meski tidak lagi berdiri di depan kelas, pengalaman menjadi guru tetap menjadi bagian dari diri saya.

Ada banyak hal yang saya renungkan selama masa tersebut. Saya menyadari bahwa profesi guru bukan hanya pekerjaan yang pernah saya jalani, melainkan sesuatu yang memiliki tempat tersendiri di hati saya. Kerinduan terhadap suasana belajar, interaksi dengan murid, dan kesempatan untuk berbagi pengetahuan perlahan menguatkan keinginan saya untuk kembali. Saya ingin kembali mengajar, bukan sekadar karena pernah melakukannya, tetapi karena saya masih mencintai profesi ini dan ingin terus bertumbuh di dalamnya.

Pada tahun 2025, saya memutuskan untuk kembali menapaki jalan pendidikan melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru bidang Informatika di Universitas Pendidikan Indonesia. Keputusan ini menjadi langkah baru sekaligus kesempatan untuk membangun kembali perjalanan profesional saya. Saya menyadari bahwa pengalaman mengajar selama tiga tahun telah memberi banyak bekal, tetapi saya juga masih perlu belajar, terutama dalam memperkuat kompetensi pedagogis dan memahami kebutuhan murid yang semakin beragam.

Perjalanan kembali ini mengajarkan saya bahwa jeda bukan berarti menyerah, dan perubahan peran bukan berarti kehilangan cita-cita. Ada masa untuk mengajar, ada masa untuk menjalani kehidupan keluarga, dan ada masa untuk kembali memperjuangkan hal yang kita cintai. Semua fase itu memiliki pelajarannya sendiri dan membentuk saya menjadi pribadi yang lebih memahami arti proses.

Kini, saya ingin menjalani profesi guru dengan kesadaran yang lebih dalam. Saya ingin menjadi guru Informatika yang tidak hanya mengajarkan teknologi dan keterampilan, tetapi juga membantu murid mengenali potensinya, berani mencoba, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Saya ingin terus belajar agar dapat menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan memberi ruang bagi setiap murid untuk berkembang.

Saya tidak menganggap perjalanan ini sebagai awal dari segalanya, sebab saya pernah belajar dan bertumbuh di ruang kelas sebelumnya. Namun, kali ini saya kembali dengan pemahaman yang lebih matang: menjadi guru adalah proses panjang yang menuntut kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Saya pernah meninggalkan ruang kelas, tetapi kecintaan saya terhadap dunia pendidikan tidak pernah benar-benar pergi. Kini, saya kembali bukan sebagai pribadi yang sudah mengetahui segalanya, melainkan sebagai seorang pembelajar yang ingin terus bertumbuh, mengajar dengan hati, dan memberikan makna bagi perjalanan belajar setiap murid.

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.